|
Monday, March 27, 2006
Surat dari dimensiku
Dear mam.. Sementara dimalam ini aku duduk bersila di sebuah bukit pertapaan.Tepat di puncak gunung pengharapan beralas batu kepasrahan.Tampak pepohonan rindang dan tebal kabut menjadi tabir jarak aku dan duniaku,antara aku dan keakuanku, di tengah aku dan pengakuanku. Bulan telah beranjak dari purnamanya,tak begitu banyak gemintang yang menemani, satu..dua..tiga..empat.ya hanya ada empat yang bersinar terang,keempat bintang itu adalah wujud ragamu,sifatmu,kenyataanmu serta mimpimu.Dan alam mengandaikan akulah sang rembulan yang bukan purnama itu. Mam… Bulan itu sangat menikmati keberadaan bintang pertama.bintang yang ada disaat dia membutuhkan hangat peluk kedamaian, cantik senyum menentramkan, canda tawa manja hilangkan kesunyian. Mam…Bulan juga mencintai ketiga bintang yang lain meski bulan tak lagi purnama,meski tak lagi sempurna. Mam… sebelum ku beranjak jauh dari pintu kesadaran ini, kupinta padamu, tunggu aku di tengah pertapaanmu, tuliskan di dinding ruang jiwamu tentang apa penghuni ketiga bintang yang lain itu dan ajari aku bagaimana menikmati mereka serta cara menunjukkan bahwa aku mencintainya
posted by imarkusuma at
1:27 PM

0 Comments:
|
|