deraiaksara
Selamat pagi tuan puisi aku mohon diri, pulang ketempat jiwa lainku yang tengah bertapa. jiwa yang tak terlalu mengagungkan kejujuran pun juga tak menginginkan kepura puraan. Terimakasih meski kumengerti tujuan sesungguhnya tuan tersamarkan namun selama ini kaupun tak menyadari letak jiwa ketigaku yang aku sembunyikan


Monday, March 27, 2006

Surat dari dimensiku

Dear mam..
Sementara dimalam ini aku duduk bersila di sebuah bukit pertapaan.Tepat di puncak gunung pengharapan beralas batu kepasrahan.Tampak pepohonan rindang dan tebal kabut menjadi tabir jarak aku dan duniaku,antara aku dan keakuanku, di tengah aku dan pengakuanku. Bulan telah beranjak dari purnamanya,tak begitu banyak gemintang yang menemani, satu..dua..tiga..empat.ya hanya ada empat yang bersinar terang,keempat bintang itu adalah wujud ragamu,sifatmu,kenyataanmu serta mimpimu.Dan alam mengandaikan akulah sang rembulan yang bukan purnama itu. Mam… Bulan itu sangat menikmati keberadaan bintang pertama.bintang yang ada disaat dia membutuhkan hangat peluk kedamaian, cantik senyum menentramkan, canda tawa manja hilangkan kesunyian. Mam…Bulan juga mencintai ketiga bintang yang lain meski bulan tak lagi purnama,meski tak lagi sempurna. Mam… sebelum ku beranjak jauh dari pintu kesadaran ini, kupinta padamu, tunggu aku di tengah pertapaanmu, tuliskan di dinding ruang jiwamu tentang apa penghuni ketiga bintang yang lain itu dan ajari aku bagaimana menikmati mereka serta cara menunjukkan bahwa aku mencintainya

posted by imarkusuma at 1:27 PM

0 Comments:



Post a Comment

....Aku bertutur bukan sebagai teori, aku hanya bertanya yang kemudian aku jawab sendiri.Sejenak biarkan aku menjadi karang agar aku juga mampu bertahan... seperti lelaki menyeka keringat dengan angin pada tubuhnya yang telanjang..... template design by savatoons web design