deraiaksara
Selamat pagi tuan puisi aku mohon diri, pulang ketempat jiwa lainku yang tengah bertapa. jiwa yang tak terlalu mengagungkan kejujuran pun juga tak menginginkan kepura puraan. Terimakasih meski kumengerti tujuan sesungguhnya tuan tersamarkan namun selama ini kaupun tak menyadari letak jiwa ketigaku yang aku sembunyikan


Monday, March 27, 2006

Apa Yang Lebih Berharga Dari Pada Dirimu??

Dan sendiri lagi malam ini,kuhampiri sahabat setiaku sang rembulan.selangkah lagi menujunya ada kekhawatiran bosannya dia dengan banyaknya gores lelah di wajahku,ku rubah langkahku dan kubersanding di didekat bintang-Bintang
kenapa kau murung? sapaku basa basi,dia tak segera menjawab pertanyaanku..aku pun malas melanjutkan pembicaraan dengannya..yang ada di benakku hanyalah kamu.. hanya kamu.aku mulai mengingat masa silam.Saat itu aku jatuh dari ketinggian picik pekak degum telak tak ada indah sama sekali Memaksa telan lidah sombongku mengecil nyali hadapi marahnya matahari bersembunyi di ruang tersunyi didasar hatimu aku lari dari namaku sendiri Cantik engkau tertawa lalu sementara terdiam sekejap kemudian menuntunku memasuki sisi sadar dan engkau mulai berbicara
"sayangku..ingatkah kamu dahulu pernah kau sematkan bait bait puisimu diseluruh tubuhku kau tulis kalimat memuja di mata, hidung dan bibirku kau lukis kalimat rindu di kaki, tangan dan punggungku kau pahat harga dirimu di kehidupanku sayangku..tahukah kamu aku tidak membutuhkan apa yang kau genggam melainkan cinta aku tidak memerlukan apa yang kau sandang kecuali kasihsayang karena dengan hal itu engkau akan selalu bisa memberiku serangkaian kata yang bisa memberiku alasan tersenyumku saat ku akan beranjak tidur.
karena hanya dengan itu engkau akan selalu bisa persembahkan syair yang selama ini memungkinkanku tak pernah teteskan air mata". Engkau beranjak dari hadapanku lalu kembali dengan menyodorkan secarik kertas serta pena, memintaku untuk tuangkan rasa. aku lipat kertas itu, kuletak diatas meja pena itu kemudian aku genggam tanganmu dan berucap sembari menatap mata indah dihadapanku apa yang lebih berharga di dunia ini selain kesempatan memilikimu wahai kekasihku..

posted by imarkusuma at 1:28 PM

0 Comments:



Post a Comment

....Aku bertutur bukan sebagai teori, aku hanya bertanya yang kemudian aku jawab sendiri.Sejenak biarkan aku menjadi karang agar aku juga mampu bertahan... seperti lelaki menyeka keringat dengan angin pada tubuhnya yang telanjang..... template design by savatoons web design